3 Kondisi Penderita Diabetes Yang Dilarang Menjalankan Ibadah Puasa

Saat baru memasuki minggu awal bulan puasa,tidak sedikit penderita diabetes yang sudah menyerah karena tidak mampu untuk menjalankannya.Bagi mereka yang mengalami sakit, termasuk salah satunya adalah diabetes, pada dasarnya diperbolehkan untuk tidak menjalankan ibadah puasa, namun banyak diantaranya yang memilih untuk tetap berpuasa.

Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran UI,Prof Dr dr Pradana Soewondo, SpPD-KEMD, mengatakan bahwa sebagian besar penderita diabetes tidak berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter terkait dengan keinginannya untuk menjalani puasa. Sehingga pada akhirnya mereka mengubah jadwal minum obatnyasendiri agar gejala yang muncul dapat dihilangkan.

Saat acara seminar dengan tema “Indahnya Puasa Bagi Penyandang Diabetes” bersama Novo Nordisk di Jakarta, ia mengatakan bahwa target pengobatan diabetes sebenarnya bukan lah untuk menghilangkan gejala, melainkan untuk menghindari komplikasi. Hal tersebut tentunya dapat menyebabkan komplikasi kronis pada saat berpuasa. 3 Kondisi Penderita Diabetes Yang Dilarang Menjalankan Ibadah Puasa

Oleh karena itu, penderita diabetes yang tetap ingin berpuasa harusmelakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter, karena adanya berbagai risiko dapat menjadi pertimbangan dalam menjalankan ibadah berpuasa. Kondisi penderita diabetes yang tidak disarankan menjalankan ibadah puasa adalah sebagai berikut.

  1. Hipoglikemia

Hipoglikemia terjadi ketika kadar glukosa dalam darah kurang dari 60 mg/dL. Hipoglikemia biasanya menunjukkan gejalan sepertipusing berputar dan keluarnya keringat dingin. Penderita diabetes tidak disarankan untuk melanjutkan puasa ketika gejala tersebut dialami dan diketahui melalui pengecekan kadar gula dalam darah.

Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya hipoglikemia adalah asupan makanan yang kurang tepat. Selain hal tersebut, hipoglikemia juga dapat terjadi akibat penggunaan glinid dan insulin atau sulfonilurea, perubahan aktivitas atau gaya hidup yang drastis dan juga perubahan dosis obat.

  1. Hiperglikemia

Hiperglikemia terjadi pada saat kadar glukosa dalam darah lebih dari 300 mg/dL. Keadaan tersebut dapat terjadikarena penggunaan dosis obat yang dikurangi secara berlebihan agar terhindar dari hipoglikemia serta konsumsi makanan yang mengandung gula berlebih.

  1. Dehidrasi dan trombosis

Cairan tubuh yang menurun selama berpuasa dapat mengakibatkan dehidrasi yang berlebih pada penderita diabetes, khususnya bagipenderita yang mempunyaimobilitas tinggi padalingkungan yang panas. Dehidrasi dapat membuat terjadinya hiperglikemia yang mengakibatkanelektrolit serta cairan tubuh menjadi menurun secara drastis.Seseorang yang menderita diabetes sendiri cenderung mengalami risiko yang tinggi terhadap darah menggumpal dan mengental.

Add Comment