Apa itu Kejang demam pada anak

Drwox.com – Kejang pada anak adalah hal yang ditakuti oleh para orang tua. Pasti orang tua akan menjadi panik ketika melihat anaknya kejang. Kejang demam pada anak biasanya orang awam menyebutnya dengan “Step”. Kejang kadang dipicu oleh adanya demam yang tinggi. Maka dari itulah para orang tua jangan menganggap remeh masalah demam, bisa jadi akan menjadi sesuatu yang fatal dan membahayakan kehidupan anak di masa depannya. Demam merupakan masalah yang umum terjadi pada seorang anak, penyebabnyapun beragam. Jika anak demam sebaiknya anda segera melakukan pertolongan, jangan tunggu samapi demam menjadi lebih tinggi lagi. Sebanyak 2-5 anak dari 100 anak yang berumur kurang dari 5 tahun mengalami kejang demam. Angka ini sungguh besar, maka dari itu setiap orang tua wajib mengetahui tentang kejang demam ini.

Kejang demam pada anak

apa itu kejang demam ?

Apa itu kejang demam

Kejang demam, menurut livingstone (1964) didefinisikan sebagai kejang yang terjadi pada suhu badan yang tinggi. Suhu badan yang tinggi disebabkan oleh kelainan ekstrakranial. Kejang demam ini terdiri dari kejang demam sederhana (KDS) dan epilepsy yang dicetuskan oleh panas/demam (ETOF). Pada kejang sederhana batasan yang dipakai adalah sebagai berikut :

  • Kejang bersifat umum
  • Lama kejang kurang dari 15 menit
  • Usia sewaktu kejang demam yang pertama kurang dari 5 tahun
  • EEG normal (pemeriksaan gelombang otak)

Pada tahun 1975, muncul batasan kejang demam yang dimodifikasi, selain 4 kriteria tersebut diatas ditambahakan dengan 2 kriteria yaitu lama panas/demam kurang dari 16 jam, dan tidak ada kelainan neurologis (saraf).

Di tahun 1980, A Consensus development conference on Febrile Seizure, definisi kejang demam adalah kejang yang didahului atau bersamaan dengan demam, suhu tubuh >38,5°C per rectal, tanpa adanya bukti infeksi intracranial (otak), dan biasanya terjadi pada anak berumur 3 bulan sampai 5 tahun.

Lalu di tahun  1993, International League Against Epilepsy (ILAE), definisi kejang demam adalah kejang yang berhubungan erat dengan demam dengan tanpa adanya infeksi intracranial ataupun gangguan keseimbangan elektrolit yang akut pada anak dengan usia lebih dari 1 bulan yang belum pernah menderita kejang tanpa demam. Mulai dari ILAE ini kejang dibagi menjadi :

  • Kejang demam sederhana atau simplek

             Sesuai dengan kriteria kejang kejang demam diatas.

  • Kejang demam komplek

             Kejang demam komplek adalah kejang demam yang disertai dengan satu gejala di bawah ini :

             # Kejang berlangsung lama, bisa sampai lebih dari 15 menit
# Kejang fokal atau parsial satu sisi, atau kejang umum didahului kejang parsial.
#  Kejang berulang 2x atau lebih dalam 24 jam

Kemudian di Indonesia sendiri pada tahun 2004, berdasarkan kesepakatan antara bagian neurologi (saraf) Ikatan dokter anak Indonesia (IDAI) dengan bagian saraf anak perhimpunan dokter spesialis saraf Indonesia (PERDOSSI), kejang demam adalah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (38°C per rectal) yang disebabkan oleh suatu proses ekstrakranial. Kejang demam ini biasanya terjadi pada usia 6 bulan samapi 5 tahun, belum pernah kejang tanpa demam sebelumnya, tidak disertai dengan gangguan keseimbangan elektrolit atau gangguan metabolik yang berat. Kejang demam juga dibagi menjadi kejang demam sederhana dan kejang demam komplek.

Semoga dengan ulasan yang sederhana ini, orang tua dapat lebih mengerti tentang apa itu kejang demam. Jika anak demam segera periksakan ke dokter untuk mendapat pengobatan yang terbaik. Artikel berikutnya saya akan mengulas bagaimana mengatasi anak dengan kejang demam.

No Responses

  1. Pingback: Cara Mengatasi kejang pada anak | drwox December 29, 2012

Add Comment