Cara Mengobati atau mengatasi flu demam batuk dan pilek di saat hamil

Wednesday, November 28th 2012. | Kesehatan

Drwox.com – Cuaca yang kurang mendukung akhir-akhir ini membuat kondisi tubuh kita menurun. Sehingga kita mudah terkena penyakit. Penyakit yang sering muncul di masa awal hujan seperti ini adalah flu, demam, batuk, dan pilek. Flu atau dalam kedokteran sering disebut common cold ini memiliki gejala seperti demam hidung meler, batuk, dan pusing. Badan terasa tidak enak dan nafsu makan menurun juga kadang menjadi gejala tambahan.

Flu bisa menyerang siapa saja, anak-anak dan dewasa, termasuk juga wanita yang sedang hamil. Ibu hamil yang sedang flu kadang bisa menjadi dilema, baik dari pasien dan dari dokter yang merawatnya. Lalu bagaimana cara yang tepat mengatasi flu di masa kehamilan?

Secara pribadi, saya tidak menyarankan seorang ibu hamil yang menderitta flu mengkonsumsi obat-obatan kimia. Apalagi jika flu tersebut baru berlangsung kurang dari seminggu. Lalu apa yang harus dilakukan seorang ibu hamil untuk mengatasi flunya?

  • Minum air putih yang cukup.
  • Istirahat dan mengurangi aktifitas yang berlebihan.
  • Makan makanan yang penuh nutrisi dan vitamin.
  • Minum jahe dalam jumlah terbatas bisa membantu melegakan tenggorokan.
  • Makan makanan yang berkuah bumbu, seperti soto bagi sebagian orang dapat membantu.

obat flu dan ibu hamil kehamilan

Namun apa yang harus dilakukan jika ternyata cara tersebut di atas tidak membuahkan hasil. Terpaksa obat-obatan menjadi pilihan terakhir. Walaupun begitu obat-obatan yang diminum  haruslah obat-obatan yang aman untuk ibu hamil dan janin yang di dalam rahimnya. Berikut daftar obat flu, demam, batuk, pilek, dan pusing yang penggunaannya aman untuk ibu hamil.

  • Demam dan antinyeri

Obat yang paling aman untuk anti nyeri dan demam adalah acetaminophen. Acetaminophen aman untuk ibu hamil  di setiap masa kehamilan dan janinnya. Ibuprofen dan asam asetil salisilat lebih baik dihindari karena beberapa penelitian menyebutkan dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kelainan.

  • Batuk

Obat batuk yang paling sering dijumpai adalah dextromethorphan. Obat penekan batuk ini seringkali dijual bebas, namun sekarang sudah dibatasi. Menurut sebuah penelitian obat ini berpengaruh meningkatkan kelainan pada janin. Obat batuk yang aman adalah jenis ekspektoran seperti Guaifenesin. Obat ini mampu membantu mengelurkan dahak.

  • Pilek

Pelega hidung atau dekongestan seperti pseudoephedrine dan phenylephrine sangat tidak direkomendasikan untuk mengatasi flu ibu hamil. Karena kedua obat tersebut dapat meningkatkan resiko terjadi kelainan. Anti alergi seperti Diphenhydramine dan chlorpheniramine aman digunakan, karena tidak terbukti meningkatkan resiko kelainan.

  • Antibiotik

Jika terjadi infeksi bakteri seperti sinusitis. Antibiotik seperti amoxicillin aman digunakan. Jika alergi maka bisa diganti dengan azithromycin. Penggunaan antibiotic apapun harus melalui konsultasi dengan dokter dan dalam pengawasan/peresepan dokter. Jangan asal membeli antibiotik, lalu diminum semaunya, karena selain berbahaya juga dapat menimbulkan masalah lain.

Walaupun obat-obatan di atas aman secara ilmiah, penggunaan obat-obat tersebut harus dalam pengawasan dan konsultasi kepada dokter. Jagalah kesehatan anda dan keluarga anda di masa kehamilannya. Jikalau bisa jangan sampai sakit apapun itu. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan anda kepada dokter. Semoga kehamilan anda lancar sampai waktu melahirkan nanti. Amiin.

Referensi

First-trimester drug use and congenital disorders. Diakses pada tanggal 28 november 2012 dari http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/3982720?dopt=Abstract

Nonsteroidal Antiinflammatory Drugs During Third Trimester and the Risk of Premature Closure of the Ductus Arteriosus: A Meta-Analysis. Diakses pada tanggal 28 november 2012 dari http://www.theannals.com/content/40/5/824.abstract?ijkey=2f64567e7fee07aa8d1b2ded9dfb3a0907a21108&keytype2=tf_ipsecsha

Use of acetaminophen during pregnancy and risk of adverse pregnancy outcomes. Diakses pada tanggal 28 november 2012 dari http://ije.oxfordjournals.org/content/38/3/706.abstract?ijkey=786df8fd290dff1dc5bf563f3698e6618be090e3&keytype2=tf_ipsecsha

Teratogen update: pseudoephedrine. Diakses pada tanggal 28 november 2012 dari http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11171724

Schatz M, Zeiger RS, Harden K, Hoffman CC, Chilingar L, Petitti D. The safety of asthma and allergy medications during pregnancy. J Allergy Clin Immunol. 1997 100:301-6. 1997. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/entrez/query.fcgi?cmd=Retrieve&db=PubMed&list_uids=9314340&dopt=Abstract

SHARE donk kakak...
tags: , , , ,