Cara Minum Obat Secara Tepat agar Cepat Sembuh

drwox.com – Banyak orang menyangka obat kimia memiliki banyak efek samping, namun menurut saya hal tersebut tidaklah benar. Segala jenis obat baik herbal ataupun kimia pasti memiliki efek samping. Bedanya, obat kimiawi umumnya telah diketahui efek sampingnya, telah dibuktikan secara ilmiah manfaat dan efek sampingnya sehingga bila gejala tidak enak muncul dokter dapat memperkirakan efek samping tersebut muncul dari jenis obat apa. Sedangkan obat herbal tidak semua diketahui (atau belum diketahui) oleh penjual obatnya terutama bila bukan dari kalangan medis.

Inefektivitas dan efek samping obat dapat timbul pada beberapa keadaan, misalnya saat cara pemakaian obat tidak tepat, dosis yang tidak tepat, pilihan obat yang tidak tepat dan peminum obat yang tidak tepat. Berikut ini akan dijabarkan beberapa halyang dapat anda lakukan agar obat yang anda minum dapat membantu mempercepat penyembuhan penyakit anda secara tepat dan cepat.

cara minum obat

Bila anda membeli obat pastikan nama obat yang anda beli benar, karena beberapa obat memiliki nama yang kedengarannya sama namun efeknya berbeda, misalnya asam mefenamat dan asam traneksamat. Asam mefenamat merupakan obat golongan analgetik/ anti nyeri golongan NSAID (Non-steroid Anti Inflamatory Drugs) yang sering digunakan untuk mengurangi rasa sakit, sedangkan asam traneksamat merupakan obat antifibrinolitik yang berfungsi menghentikan atau mencegah perdarahan yang banyak. Sangat berbahaya jika kedua obat tersebut sampai tertukar penggunaannya. Sebisa mungkin ingat-ingatlah nama obat yang sudah anda minum agar bila anda melakukan pengobatan ulang atau memeriksakan diri ke dokter, dokter bisa memperkirakan obat apa yang telah anda minum dan ini sangat mempengaruhi obat yang nantinya akan diberikan kepada anda. Bila lupa namanya, sebutkan saja warna, bentuk dan cara minum obat tersebut.

cara minum obat secara tepat

Selain memilih obat yang benar, jangan lupa lihat kondisi obat yang anda terima, apakah kemasan masih baik atau sudah terbuka. Kemasan yang sudah terbuka atau rusak mengakibatkan obat tersebut sudah tidak baik untuk dikonsumsi karena adanya kemungkinan kontaminasi mikroba dan higienitas obat yang malah dapat merugikan orang yang mengonsumsi obat tersebut. Cek juga tanggal kadaluarsa obat, jangan sampai anda membeli obat yang sudah lewat tanggal kadaluarsanya.

Saat anda meminum obat, tanyakan cara meminum obat pada orang yang memberi anda obat. Apakah obat tersebut diminum sesudah makan atau sebelum makan, berapa kali sehari, dan apakah ada waktu khusus untuk memakannya. Ada beberapa obat yang dapat bekerja dengan baik dalam keadaan perut kosong (tidak terisi makanan), misalnya obat-obat maag dan ada pula obat yang bekerja dengan baik bila diminum setelah atau bersamaan dengan makan. Ada obat untuk penyakit gula yang diminum sebelum makan yang bertujuan untuk memacu pankreas mengeluarkan insulin sehingga saat makan insulin sudah dapat membantu menyimpan gula ke jaringan; namun ada juga obat untuk penyakit gula yang diminumsesudah makan. Sehingga jangan sampai anda salah cara menkonsumsinya.

minum obat

Cara pemakaian obat harus diperhatikan, apakah obat tersebut diminum, dikunyah, untuk berkumur, atau dioles, atau ditetes, atau dimasukkan ke anus/daerah kewanitaan. Karena bentuk sediaan obat sangat mempengaruhi cara kerja obat, tempat obat tersebut bekerja. Misalnya obat untuk kumur jangan sampai keliru diminum, karena efeknya sangat berbahaya. Atau obat yang seharusnya dikunyah malah diminum, maka efektivitas obat akan berkurang sehingga menyebabkan gejala yang dialami mungkin tidak akan hilang/sembuh. Tanyakan juga berapa obat yang harus anda minum,apakah hanya satu atau harus dua, karena dosis yang tidak tepat akan menyebabkan efek obat tidak maksimal.

minum obat dengan susu

Ada beberapa obat yang harus diminum sekali sehari saja, atau dua kali sehari, atau tiga kali sehari, bahkan ada yang empat kali sehari. Waktu minum obat ini berkenaan dengan waktu paruh (durasi obat tersebut bekerja dalam tubuh hingga kadarnya hilang) obat yang anda minum. Bila obat yang seharusnya hanya diminum 2x sehari namun malah diminum 3x sehari mengakibatkan kadar obat dalam darah terlalu tinggi, dan dapat menyebabkan efek samping yang lebih besar, atau lebih bahaya lagi overdosis obat. Sebaliknya, bila obat yang diminum seharusnya 3x sehari namun hanya diminum 2x sehari, akan menyebabkan efektivitas obat berkurang. Hal ini berbahaya terutama pada obat seperti antibiotik, akan menyebabkan resistensi obat (obat tidak mempan lagi) terhadap kuman penyakit, sehingga bila di kemudian hari penyakit tidak kunjung sembuh atau kambuh lagi maka dokter harus memberi obat yang lebih tinggi dosisnya, atau yang lebih poten, yang menyebabkan biaya pengobatan juga semakin tinggi (biasanya obat yang lebih paten harganya mahal) dan terkadang obat juga sulit didapat.

Waktu minum obat harus diperhatikan, misalnya obat untuk penyakit gula ada yang diminum hanya dipagi hari saja, atau pada pagi dan siang hari, dan tidak boleh diminum pada malam hari karena bila diminum pada malam hari akan menyebabkan gula darah si pengguna obat tersebut drop dan menimbulkan gejala yang sangat tidak enak. Obat penambah darah (zat besi) dan golongan statin biasanya diminum pada malam hari. Adapula obat yang hanya diminum setelah diare saja, bukan 2xsehari atau 3xsehari, dan obat dapat distop penggunaannya bila sudah hilang diarenya.

minum obat sebelum makan

Jangan memberikan sembarang obat anda pada teman atau keluarga anda, terutama pada anak. Karena beberapa obat tertentu tidak boleh diberikan pada anak, dan malah dapat menganggu tumbuh kembangnya bila diberikan pada anak. Respon obat tidak selalu sama antara satu orang dengan orang lain. Ada orang yang cocok dengan obat flu A, ada yang cocok pada obat flu B. Yang paling baik adalah anda memeriksakan diri ke dokter dahulu sebelum memilih/membeli obat. Karena ada obat tertentu yang berefek memperparah tekanan darah tinggi bila diminum sembarangan pada orang yang memiliki penyakit tekanan darah tinggi, atau ada beberapa obat yang dapat mempengaruhi pernafasan orang dengan bakat asma, atau ada obat yang dapat menyebabkan nyeri perut bila diminum dengan cara tidak benar. Sehingga sebaiknya konsultasikan dahulu obat yang akan anda minum pada dokter untuk menghindari pemakaian obat yang salah.

Kesimpulannya, untuk mendapatkan manfaat obat dan menghindari efek samping obat maka anda harus memperhatikan apakah anda meminum obat yang benar (nama obatnya), cara pemakaian obat, berapa kali obat diminum, waktu minum obat, apakah harus dihabiskan atau tidak, dosis/berapa banyak obat yang harus diminum dan bagaimana cara meminum obat tersebut.

Ditulis oleh dr Qiqi dari berbagai sumber

Add Comment