Coklat ternyata bermanfaat untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah

Coklat ternyata bermanfaat untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah – by drwox.com

Penyakit gagal jantung merupakan penyakit jantung dan pembuluh darah yang cukup memerlukan perhatian. Penyakit ini biasany diderita oleh orang yang berumur tua, dan memiliki riwayat penyakit darah tinggi. Gejala dari penyakit gagal jantung biasanya sesak nafas, jantung berdebar, dan kaki terlihat bengkak. Jika tidak ditangani secara baik maka akan berakibat fatal. Penanganan penyakit gagal jantung ditangani oleh dokter dengan menggunakan berbagai macam obat-obatan. Namun ilmu kedokteran terus berkembang, berbagai alternative lain untuk menangani penyakit ini terus dicari dan diteliti demi kehidupan penderita penyakit gagal jantung yang lebih baik.

manfaat coklat untuk kesehatan

Untuk pecinta coklat berikut ini ada berita gembira untuk anda. Sekelompok peneliti mengemukakan bahwa coklat dapat bermanfaat untuk kesehatan jantung. Dalam sebuah penelitian yang dirilis oleh European Heart Journal menyebutkan bahwa mengkonsumsi coklat yang kaya kandungan flavanol secara akut akan meningkatkan fungsi vaskuler pada penderita gagal jantung. Dimana pasien gagal jantung merupakan pasien dengan penyakit jantung dan pembuluh darah tahap akhir, yang bisa mengancam jiwa. Flavanol tersebut dapat memperbaiki fungsi vaskuler, sehingga fungsi jantung dapat meningkat.

Beberapa penelitian dan asumsi sebelumnya juga menyebutkan hal yang demikian. Coklat dapat menurunkan tekanan darah dan detak jantung. Namun demikian bukan berarti kita harus mengkonsumsi coklat terus-menerus. Coklat yang beredar di pasaran, terutama di Indonesia, yang mengandung flavanol yang banyak mungkin masih susah ditemui di pasaran.

Namun demikian penelitian tersebut juga mengakui adanya berbagai kekurangan dalam berbagai hal, terutama pola makan dan minum pasien yang tidak terkontrol dengan baik sehingga dapat memunculkan berbagai pertanyaan. Peneliti berharap penelitian tentang hal ini dapat berlanjut dan dapat menambal kekurangan pada penelitian ini.

Perhatian – artikel ini bukan untuk acuan menerapi pasien dan pengobatan diri sendiri, konsultasikan kesehatan jantung anda kepada dokter.

Add Comment