DIARE AKIBAT INTOLERANSI LAKTOSA

drwox.com – Diare dapat disebabkan oleh banyak hal. Lebih dari sembilan puluh persen diare disebabkan karena adanya infeksi pada usus. Penyebab lain diare adalah karena intoleransi laktosa, alergi susu sapi, gangguan absorbsi (penyerapan), rasa takut atau cemas yang berlebihan, penggunaan obat antibiotik dalam jangka waktu lama, kurang gizi atau adanya obstruksi (sumbatan) pada usus.

Pada anak, kasus diare akibat intoleransi laktosa ini seringnya terjadi sekunder akibat adanya infeksi pada usus. Bila penyakit ini tidak ditangani dengan tepat dan benar maka akan menyebabkan terjadinya gangguan tumbuh kembang anak.

Laktosa adalah suatu protein yang banyak terdapat dalam susu sapi. ASI sebenarnya juga memiliki kandungan laktosa. Bedanya dengan susu sapi, ASI memiliki enzim laktase yang dapat membantu mencerna laktosa. Laktosa seharusnya dapat diserap tubuh setelah dipecah/dicerna menjadi glukosa dan galaktosa. Hasil pecahan laktosa inilah yang dapat dimanfaatkan oleh tubuh sebagai sumber energi. Pemecahan laktosa terjadi dengan adanya enzim laktase. Enzim laktase ini dihasilkan oleh jonjot-jonjot usus halus tubuh manusia. Apabila enzim tersebut tidak ada atau kurang, baik karena bawaan sejak lahir, infeksi, kerusakan usus dan lain sebagainya, maka laktosa tersebut akan masuk ke lumen usus halus. Bila laktosa beredar di usus besar maka yang terjadi adalah tekanan osmosis usus yang lebih tinggi akan menarik molekul air dari dalam usus besar, sehingga air dalam lumen usus bertambah. Hal ini menyebabkan terbentuknya tinja yang encer, lembek, atau bahkan tinja yang hanya berupa air saja. Bila laktosa masuk ke usus halus, maka laktosa ini akan dipecah oleh bakteri usus menjadi gas dan asam laktat dan asam lemak yang menyebabkan perut kembung dan nyeri serta sering kentut.

DIARE AKIBAT INTOLERANSI LAKTOSAIntoleransi laktosa adalah suatu keadaan dimana tubuh tidak mampu mencerna laktosa yang terdapat pada makanan atau susu. Pada anak, terutama sering terjadi pada anak kurang dari satu tahun. Intoleransi laktosa dapat berupa intoleransi primer, sekunder, ataupun intoleransi laktosa yang diwariskan (genetik).

Intoleransi laktosa sekunder paling sering terjadi, paling sering diawali dengan adanya infeksi usus, terjadi pada anak yang sebelumnya mengalami infeksi atau gangguan pada usus, misalnya diare, atau gastroenteritis kemudian menyebabkan rusaknya usus sehingga usus tidak dapat menghasilkan enzim laktase dengan baik, akibatnya terjadi diare dan gejala lainnya.

Intoleransi laktosa primer terjadi sejak lahir. Biasanya terutama terjadi pada anak yang prematur. Usus bayi dalam perut mulai membentuk enzim laktase sejak umur 6 bulan dalam kandungan, dan akan bertambah sejalan bertambahnya usia janin. Sehingga pada anak yang lahir prematur ada kalanya mereka mengalami intoleransi laktosa juga.

Intoleransi laktosa yang diturunkan juga dapat terjadi, biasanya gejala tampak sejak anak lahir. Namun kondisi ini insidensinya amat sedikit, sehingga jarang dibicarakan.

bayi diare karena intoleransi laktosa susuGejala anak yang mengalami intoleransi laktosa adalah diare, perut kembung, nyeri perut, kentut lebih sering, dan mual atau bahkan muntah. Diare yang terjadi biasanya baunya asam, anak merasa kesakitan atau menangis keras (pada bayi) saat anusnya dibersihkan. Tanda kemerahan pada sekitar anus menunjukkan tinja yang asam, ini sering terjadi pada anak yang mengalami diare akibat intoleransi laktosa. Rasa sakit perut pada anak bayi biasanya ditunjukkan dengan bayi menangis sambil menekuk kaki ke arah perut, sedangkan pada anak yang lebih besar biasanya mereka tiba-tiba menangis sambil memegangi perutnya.

Penanganan anak yang mengalami diare dengan dugaan penyebabnya adalah intoleransi laktosa, yang utama apabila anak minum susu sapi atau formula, maka segera hentikan pemberian susu tersebut dan ganti dengan susu kedelai atau yang mengandung sedikit atau tanpa laktosa, yang dikenal dengan susu low lactose, atau susu kedelai untuk anak. Bila anak anda minum ASI, lanjutkan pemberian ASI tanpa ragu, karena di dalam ASI juga terdapat enzim laktase yang dapat membantu mencerna laktosa. Lakukan pertolongan seperti pada diare biasa. Waspadai gejala kurang cairan pada anak.

Baca juga: Yang Utama Pada Diare

 ditulis oleh dr.Qiqi

Sumber bacaan:

Add Comment