Hal Yang Utama Pada Diare

Drwox.com – Diare adalah kondisi dimana penderita mengalami buang air besar lebih dari atau tiga kali dalam 24 jam dengan konsistensi tinja yang lembek atau cair. Banyak orang menyepelekan diare. Namun tahukah anda bahwa diare dapat menyebabkan kematian, terutama pada anak dan orang dewasa yang mengalami malnutrisi atau gangguan imunitas apabila tidak ditangani dengan baik. Diare merupakan gejala adanya infeksi saluran pencernaan, baik disebabkan oleh bakteri, virus atau parasit. Diare juga sangat mudah menular. Penularan diare terjadi dapat melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi kuman, penularan langsung dari orang yang sakit, atau akibat dari higienitas yang buruk seperti tidak mencuci tangan sebelum makan, atau mainan bayi/anak yang kotor dan sering dimasukkan kemulut, atau dari alat makan yang tidak bersih.

penyakit diare

Yang perlu dipahami adalah pada diare terjadi kehilangan cairan yang banyak dari tubuh akibat air yang melewati usus tidak dapat diserap dengan baik oleh berbagai sebab, biasanya akibat kuman “jahat” yang berada dalam usus. Akibatnya, cairan tersebut ikut keluar melalui tinja dan menyebabkan tinja menjadi lembek atau bahkan hanya air saja yang keluar, tanpa ampas. Bila hal ini terjadi terus menerus dan tidak ditangani dengan baik, maka akan menyebabkan tubuh penderita kekurangan cairan. Bila tidak segera ditangani dengan tepat, bukan hanya merusak ginjal dan organ penting lain, diare bahkan dapat menyebabkan kematian. Maka penanganan dini diare sangatlah penting, terutama untuk anak dan bayi.

Beberapa hal yang harus anda perhatikan bila anak anda diare, karena hal ini sangat membantu dokter anda dalam menentukan penyakit apa yang anak anda alami. Jangan ragu untuk memperhatikan tinja anak anda bila ia mengalami diare. Misalnya, berapa kali anak anda diare dalam sehari? Bagaimana bau tinjnya, apakah ada bau khusus seperti menyengat, atau amis, atau sangat busuk? Apa warna tinjanya, apakah kecoklatan, pucat kekuningan, ataukah hitam? Apakah ada darah pada tinja anak anda? Apakah darah tersebut berwarna merah segar, ataukah kehitaman? Apakah ada lendir pada tinja? Apakah ada hal berbeda lain yang anda rasakan pada tinja anak anda? Bila anda mempunyai bayi, perhatikan pantat (anus) anak anda, apakah berwarna kemerahan dan anak menangis sangat keras saat dibersihkan pantatnya?

Dengan memperhatikan sifat tinja anda saat diare akan mempermudah dokter memperkirakan penyebab diare anda, dan tentu saja pengobatan yang diberikan menjadi lebih cepat dan bermanfaat.

Penanganan utama diare yang paling efektif adalah dengan mengganti cairan yang telah hilang dengan mengkonsumsi banyak cairan. Pada bayi, cairan yang paling baik diberikan adalah ASI. Lanjutkan memberikan ASI pada bayi anda sebanyak mungkin. Bila anak anda minum susu formula, lebih baik tanyakan dahulu pada dokter anda apakah boleh melanjutkan pemberian susu formula tersebut. Karena beberapa susu formula justru adalah sumber penyebab bayi mengalami diare, hal ini sering dialami bayi yang mengkonsumsi susu formula, biasanya kondisi seperti ini disebut dengan intoleransi laktosa. Bila perlu, gantilah susu formula bayi anda dengan susu yang mengandung low-lactosa, biasanya dokter akan menyuruh anda mengganti susu formula tersebut dengan susu soya (kedelai) untuk bayi.

diare pada anak

Bila anak anda diare sebaiknya diberi minuman oralit, karena oralit dapat membantu mengganti elektrolit yang hilang saat diare. Cara menyajikan oralit adalah satu sachet oralit dicampur dengan air 200 cc. Pada bayi, berikan oralit sebanyak satu setengah gelas pada 3 jam pertama ia diare, lalu setengah gelas setiap ia diare, hingga diare berhenti. Perlu diperhatikan, bahwa pemberian oralit pada bayi sebaiknya diberikan dengan sendok, jangan dengan botol susu. Bila bayi muntuh setelah minum, tunggulah sebentar (sekitar 10 menit) kemudian cobalah memberinya oralit lagi. Pada anak usia  1-5 tahun, berikan ia sekitar satu setengah hingga tiga gelas oralit pada 3 jam pertama setelah dia diare, kemudian 1 gelas oralit  tiap diare. Cairan oralit tidak boleh diminum bila sudah lebih dari 24 jam, sebaiknya buatlah cairan oralit baru.

Berilah makan anak seperti biasa, apabila anak mual/muntah, berilah makanan yang lembut dan sedikit-sedikit (jangan langsung banyak), dan harus tetap makan seperti biasa.

Tanda-tanda anak harus dibawa kedokter adalah

–          bila anak tidak kencing, atau kencingnya sedikit saja, atau jarang kencing

–          bila anak menangis tapi air matanya tidak keluar,

–          bila anak tampak lemas, tidak mau minum,

–          bila bibir anak tampak kering,

–          bila anak terus muntah dan buang air sangat sering,

–          bila ubun-ubun kepala anak anda terasa cekung,

–          kulit tidak elastis, terasa kering,

–          anak mengalami demam,

–          hilang kesadaran, baik tidak merespon saat dipanggil, atau sampai pingsan

tanda-tanda diatasmenunjukkan anak mengalami dehidrasi. Segeralah bawa anak ke rumah sakit atau klinik terdekat yang kira-kira memiliki infus dan alat lain yang dapat menolong mengatasi dehidrasi anakdengan cepat.

Penangan dini diare akan menghindarkan kita dari bahaya dehidrasi.

ditulis oleh Dr.Qiqi dari berbagai sumber

Add Comment