Hati-hati Konsumsi Obat Pelangsing

Penampilan adalah hal yang menjadi concern banyak orang, baik pria maupun wanita. Stereotipe yang berkembang dan mendarah daging di masyarakat bahwa penampilan yang ideal adalah penampilan yang ditunjang tubuh yang langsing, membuat mereka yang memiliki tubuh berisi, bahkan sedikit berisi, rela mencari segala cara untuk mendapatkan bentuk tubuh idaman mereka. Karena hasrat dalam mengeksplorasi fashion yang tinggi, membuat banyak dari mereka memilih jalur yang paling instan karena tidak suka memakan proses yang lama. Obat pelangsing merupakan salah satu metode pelangsingan tubuh secara instan dan harganya cukup bisa dijangkau. Hal ini berbeda dengan metode sedot lemak atau liposuction, dimana metode ini juga terhitung efektif untuk menyingkirkan lemak dari dalam tubuh namun memerlukan biaya yang tidak sedikit.

Obat pelangsing yang banyak dikonsumsi mereka yang masuk program diet kebanyakan dalam bentuk pil. Ada 4 jenis pil pelangsing yang sudah banyak beredar di pasaran, antara lain jenis furosemida, mazindol, orlistat, dan laksatif. Secara umum, pil pelangsing bekerja dengan cara menekan nafsu makan dan membuang lemak yang tidak diperlukan oleh tubuh. Karena hal inilah, seseorang yang mengonsumsi pil pelangsing akan sering buang air. Jika ia terlalu sering buang air tanpa diimbangi dengan konsumsi makanan dan cairan yang cukup, tubuh akan mengalami dehidrasi sehingga akan cepat lelah dan sering merasa lemah. Selain itu, kinerja pil pelangsing yang menekan nafsu makan sangat berbahaya bagi tubuh karena tubuh akan kekurangan asupan gizi dan nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Kondisi pertama, ia sudah kekurangan cairan, lalu ditambah dengan kurangnya asupan nutrisi, hal ini akan semakin memperburuk keadaan tubuh sehingga akan jauh lebih lemas dari biasanya. Pil pelangsing jenis laksatif sebenarnya kurang efektif dalam menurunkan berat badan karena ia menyerap banyak sekali cairan. Jika seseorang yang mengkonsumsi pil jenis ini berat badannya berkurang, maka itu disebabkan berkurangnya kuantitas cairan dalam tubuh bukan lemaknya yang berkurang.

Bagi yang sudah terbiasa mengonsumsi obat pelangsing, sebaiknya berhenti dari sekarang juga karena akan membawa dampak negatif bagi tubuh. Banyak kasus dimana orang yang rutin setiap harinya mengonsumsi obat tersebut mengalami kerusakan pada ginjalnya. Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena ginjal harus bekerja lebih keras dalam menyaring racun yang masuk ke tubuh sedangkan asupan cairan dalam tubuh juga kurang. Akhirnya, racun yang seharusnya dibuang, masuk ke bagian tubuh yang lain karena ginjal tak cukup kuat menanganinya. Belajar dari kasus ini, mari stop konsumsi obat pelangsing dari sekarang demi kesehatan. Cek kembali bahan yang digunakan untuk obat tersebut. Jika mengandung obat-obatan kimia berbahaya, sebaiknya kita patut waspada karena bahan-bahan tersebut dapat mengancam kesehatan tubuh.

hati hati obat pil pelangsing

Add Comment