Mengatasi Nyeri Payudara pada Ibu Menyusui

Nyeri payudara atau bahkan luka pada payudara sering dialami pada ibu menyusui yang baru beberapa hari melahirkan anaknya. Nyeri yang dialami seringkali membuat ibu menyusui merasa stress, membuatnya tidak bisa istirahat, tidur, menganggu mood, dan seringkali membuat ibu memutuskan untuk menghentikan pemberian ASI pada bayinya. Ibu menyusui juga bisa mengalami luka pada payudara yang membuatnya memutuskan berhenti menyusui karena rasa sakit yang akan bertambah saat menyusui, dan juga menyebabkan kualitas hidupnya menurun. Nyeri pada payudara harus segera diatasi agar ibu menyusui dapat kembali menyusui anaknya dan agar ibu dapat menjalani aktivitasnya kembali dengan lebih nyaman.

Nyeri payudara saat menyusui biasanya terjadi hingga seminggu setelah melahirkan, dan akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa minggu menyusui bayi. Normalnya nyeri dapat hilang dengan sendirinya bila tidak ada penyakit lain yang menyertai. Perawatan payudara dirumah saat terjadi nyeri akan membantu agar nyeri berkurang atau hilang. Penderita harus memeriksakan diri ke dokter bila nyeri tetap dialami beberapa minggu setelah ibu mulai menyusui bayi, ditemukan tanda infeksi pada payudara, dan bila ada darah atau nyeri yang terjadi selama menyusui.

Penanganan nyeri payudara pada ibu menyusui akan efektif bila diketahui penyebab nyeri. Penyebab nyeri harus diketahui secara tepat agar nyeri teratasi. Kebanyakan penyebab nyeri pada ibu menyusui adalah posisi dan cara menyusui atau bounding yang tidak tepat. Nyeri juga bisa disebabkan oleh gangguan atau penyakit pada mulut bayi,  kelainan bentuk payudara, mastitis atau infeksi payudara dan vasospasme pembuluh darah payudara.

Posisi dan cara menyusui yang tidak tepat seringkali menyebabkan nyeri payudara, namun hal ini akan berkurang dengan sendirinya beberapa hari setelah ibu mulai menyusui bila tidak ada kelainan atau penyakit lain pada anak. Nyeri payudara akan hilang bila ibu membiasakan anak menyusui dan memperbaiki cara menyusui, rasa nyeri akan hilang setidaknya 20 hari setelah koreksi posisi dan cara menyusui itu dimulai. Tanyakan kepada petugas medis anda mengenai cara menyusui yang benar.

Ibu menyusui harus senantiasa menjaga kebersihan payudaranya agar terhindar dari kuman ataupun jamur. Beberapa hal dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri payudara.

Persiapan sebelum menyusui:

  • Bangunkan atau berilah ASI pada bayi sebelum ia menangis, kenali tanda bayi yang haus/lapar. Hal ini bertujuan agar bayi tidak terlalu kuat menyedot susu sehingga dapat mengurangi nyeri payudara ibu. Carilah posisi yang nyaman dan relaks saat menyusui.
  • Untuk melancarkan ASI mengalir saat disedot bayi, anda dapat melakukan pijatan lembut payudara dengan telapak tangan anda dengan gerakan memutar, atau dengan menggunakan kompres hangat beberapa saat sebelum menyusui agar ASI lancar
  • Biasakan mengeluarkan sedikit ASI sebelum punting diberikan pada bayi, oleskan ASI tersebut pada punting dan sekitarnya untuk membunuh kuman disekitar putting.

Persiapan saat menyusui

  • Ibu dapat mulai menyusui bayi dari payudara yang tidak nyeri, kemudian setelah terasa bayi cukup mendapatkan ASI barulah diberikan payudara yang terasa nyeri. Hal ini bertujuan untuk mengurangi nyeri pada payudara, karena diharapkan bayi sudah merasa lebih kenyang setelah menyusu pada payudara yang tidak nyeri, sehingga saat menyusu di payudara yang nyeri, bayi menyedot tidak terlalu keras.

Persiapan setelah menyusui:

  • Kompres payudara dengan kompres es agar mengurangi nyeri

Bila payudara terasa membengkak, ibu dapat mengistirahatkan payudara yang nyeri itu setidaknya 12-24 jam. Ibu yang payudaranya luka akibat menyusui dapat mengistirahatkan payudaranya (tidak menyusui bayi secara langsung) selama 2-3 hari hingga luka sembuh, namun sebaiknya ibu tetap memerah ASI agar payudara tidak radang.

Pemberian losion, salep ataupun teh kantung belum terbukti efektif dalam mengurangi nyeri payudara saat menyusui, bahkan bila penggunaannya tidak tepat malah membuat payudara menjadi kering dan menambah parah nyeri atau bahkan luka payudara.

Konsumsi obat pengurang nyeri seperti parasetamol bisa dilakukan bila ibu tidak alergi obat. Obat antinyeri dapat dikonsumsi 30 menit sebelum menyusui. Hati-hati menggunakan obat-obatan saat menyusui karena beberapa obat dapat mengalir ke ASI dan berefek pada bayi.

ditulis oleh dr.QQ

referensi :

  1. https://www.sharecare.com/health/healthy-baby/article/ask-dr-darria-breastfeeding-has-become-painful-what-can-i-do
  2. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4626966/
  3. http://www.lalecheleague.org/llleaderweb/lv/lvfebmar00p10.html
  4. https://www.breastfeeding.asn.au/bf-info/common-concerns%E2%80%93mum/sore-cracked-nipples

One Response

  1. Purti Ratnasari October 19, 2016

Add Comment