Penyakit yang sering terjadi di saat banjir

Drwox.com – Banjir merupakan bencana yang sering terjadi disaat musim hujan tiba. Beberapa hari ini Indonesia dihebohkan dengan bencana banjir yang cukup parah di Jakarta dan sekitarnya. Curah hujan yang tinggi dan robohnya tanggul dipastikan menjadi penyebab utama bencana ini. Sampai hari ini pengungsi belum kembali ke rumah mereka karena banjir masih menggenang. Pemerintah baik daerah maupun pusat serta masyarakat bahu membahu dalam mengatasi banjir Jakarta. Semoga banjir Jakarta cepat reda. Banjir selain menimbulkan masalah social dan ekonomi , banjir juga menimbulkan masalah kesehatan.

Penyakit yang sering terjadi di saat banjir

banjir Jakarta 2013

Ada banyak penyakit yang kemungkinan besar dapat terjadi di saat banjir melanda. Penyakit-penyakit tersebut diantaranya flu, demam tifoid (tifus), kolera, disentri, leptospirosis, hepatitis A dan berbagai macam penyakit kulit. Banjir juga dapat meningkatkan resiko munculnya penyakit seperti demam berdarah dan malaria. Banjir dan air genangannya harus segera diatasi. Air kotor tidak boleh dibiarkan menggenang terlalu lama. Hal ini menjadi jalur potensial untuk penyebaran penyakit. Jika anda terpaksa melewati genangan banjir sebaiknya memakai sepatu boot yang baik. Anak-anak sebaiknya dijauhkan dari genangan air. Cari tempat yang kering untuk tinggal sementara. Hal ini dikarenakan anak-anak senang bermain air di genangan banjir. Ini sungguh tidak baik untuk kesehatan anak. Bakteri, virus, protozoa dan berbagai mikroorganisme berbahaya lainnya dapat menjadi potensi penyakit yang harus diwaspadai saat genangan air kotor melanda. Walaupun mungkin tingkat keparahannya tidak tinggi namun beberapa anak dapat mengalami sakit yang parah dan penyembuhannya memerlukan waktu yang lebih lama.

Penyakit yang patut harus diwaspadai adalah leptospirosis. Leptospirosis dapat menular secara langsung melalui air banjir yang tercemar air kencing tikus yang mengandung bakteri leptospira. Orang dengan luka terbuka, lalu terkena genangan air yang tercemar memiliki resiko lebih besar terkena leptospirosis. Jika terkena demam dan ada riwayat terpapar air banjir maka waspadalah mungkin itu tanda awal leptospirosis. Periksakan ke dokter untuk memastikan lebih lanjut. Gejala demam biasanya disertai dengan nyeri otot, sakit kepala dan kemerahan pada mata. Pada keadaan yang lebih berat bisanya ditemukan tanda badan pasien berwarna kuning, warna urin menjadi seperti the, dan jumlah urin berkurang. Pada keadaan yang lebih berat bisa terjadi perdarahan hebat, pnemonitis dan gagal ginjal.

Penyakit yang beresiko terjadi pada saat banjir lainnya adalah tetanus. Penyakit ini dipicu oleh luka terbuka, tajam dan dalam. Sebagai contoh luka karena menginjak paku atau tertusuk benda tajam. Jika mengalami luka seperti ini sebaiknya anda segera menghubungi layanan kesehatan terdekat. Biasanya selain memberikan obat anti rasa sakit dan anti infeksi, dokter juga akan memberikan suntikan anti tetanus.

Keadaan yang harus diwaspadai juga adalah hipotermia. Secara singkat hipotermia adalah keadaan dimana suhu tubuh sangat turun akibat tidak bisa mempertahankan suhu normal. Hal ini karena lingkungan dalam kondisi dingin yang tidak bisa ditoleransi tubuh. Korban banjir sering mengalami hal ini, biasanya karena bertahan di lingkungan yang tergenang air atau tidak mau dievakuasi ke area yang lebih kering. Hipotermia sering terjadi pada anak-anak dan orang yang lanjut usia. Hipotermia dapat mengancam nyawa jika tidak mendapat penanganan segera, jadi berhati-hatilah.

Departemen terkait seperti dinas kesehatan diharapkan mampu mengamati dan mengatasi timbulnya penyakit yang muncul di masyarakat saat banjir datang. Penanganan yang baik dan tepat akan mengurangi timbulnya penyakit yang lebih luas dan berat. Pemerintah sebaiknya menyediakan air bersih dan tempat MCK yang memadai. Tidak lupa tenaga medis seperti dokter, perawat dan farmasi segera disiapkan di tempat pengungsian. Saya rasa hal ini sudah dilakukan pemerintah serta berbagai instansi relawan. Semoga banjir Jakarta segera berakhir dan tidak terulang di kemudian hari.

Add Comment