Review Film Habibie dan Ainun

Friday, January 18th 2013. | Sharing aja

Drwox.com – Film Habibie dan Ainun masih menjadi film yang ramai dibicarakan meski sudah dirilis lebih dari sebulan lalu, tepatnya pada tanggal 20 Desember 2012. Film ini memang menawarkan kisah cinta yang indah dan nyata, yaitu antara mantan presiden Indonesia, B.J. Habibie dan istrinya, Hasri Ainun Habibie. Cinta Ibu Ainun yang begitu besar kepada Pak Habibie ditulis sendiri oleh suaminya dalam sebuah buku yang menjadi best seller sejak diterbitkan November 2010 lalu. Kesuksesan buku ini lalu menarik minat pihak MD Pictures untuk memfilmkannya.

 Review Film Habibie dan Ainun

Yang ditunjuk memerankan tokoh B.J. Habibie adalah Reza Rahardian. Salah satu aktor pria terbaik Indonesia ini mengaku merasa terhormat mendapatkan peran tersebut. Dan sebagai lawan mainnya yang memerankan Ibu Ainun adalah Bunga Citra Lestari (BCL). Meski awalnya banyak yang menyangsikan kenapa Reza Rahardian dipasangkan dengan BCL, tapi ternyata keduanya mampu memerankan tokoh istimewa tersebut dengan amat baik. Reza berhasil membawakan sosok Pak Habibie yang cerdas, tekun, penyayang, dan humoris. Sementara BCL secara tak disangka mampu membuat kita lebih mengenal sosok Ibu Ainun yang tegar dan amat mencintai suaminya.

 Cerita cinta Habibie dan Ainun bergulir saat pertemuan mereka pacsa kepulangan Habibie dari Jerman yang bagi keduanya sangat berkesan. Mereka lalu menikah. Habibie memboyong Ainun ke Jerman dan hidup pas-pasan. Namun mereka sama sekali tidak pernah mengeluh dan justru terus saling mendukung. Hingga akhirnya usaha keras mereka membuahkan hasil. Habibie dikenal sebagi profesor pesawat terbang Indonesia dan kemudian menjabat pula sebagai presiden Indonesia ketiga. Ibu Ainun dengan setia menemani Pak Habibie. Meski akhirnya ia harus lebih dulu pergi menghadap Sang Kuasa.

 Meski dituturkan indah, sesungguhnya tak ada film yang benar-benar sempurna jika dibandingkan dengan kisah nyata garapan Tuhan. Untuk film Habibie dan Ainun sendiri kekurangan bisa dilihat saat adegan Pak Habibie berjalan menembus dingin di tengah salju yang terkesan dibuat-buat. Selain itu, jika dilihat dari sisi sinematografinya, beberapa setting green screen ada yang tidak mulus dan make-up kurang konsisten. Tampaknya departemen artistik film Habibie dan Ainun belum bekerja secara maksimal. Saya yakin ke depan mereka akan melakukannya lebih baik lagi.

 Beruntung disi lain penulis skenario yaitu Gina S. Noer dan sang sutradara yaitu Faozan bisa menyampaikan pesan yang cemerlang. Salah satunya kata-kata Pak Habibie yang cukup menohok, “Masalah masyarakat Indonesia itu adalah mereka tidak percaya bahwa mereka bisa mandiri!” Pernyataan tentang masalah ketidakpercayaan diri masyarakat kita juga disampaikan ketika pesawat Gatotkoco akan melakukan penerbangan perdananya. Banyak orang cemas dan menanti-nanti kehadiran Presiden Indonesia pada saat itu, Pak Harto.

 Penulis dan sutradara pastinya berharap dengan menonton film ini, masyarakat Indonesia menjadi lebih sadar dan percaya diri dengan kemampuannya, termasuk dalam menciptakan karya-karya brilliant yang tidak kalah dengan produk luar. Semoga bagi Anda yang akan atau sudah menonton film Habibie dan Ainun mendapatkan semangat untuk mencintai pasangannya dengan tulus dan mengabdi kepada negara tercinta Indonesia dengan terus berkarya.

Film film Habibie dan Ainun ini sangat inspiratif dan romantis. Cocok ditonton untuk semua kalangan. Bagi anda yang belum nonton silakan segera menonton di bioskop kesayangan anda. Semoga film Indonesia ke depan lebih baik lagi, jangan hanya dipenuhi film horror berbau jorok saja. Ok selamat menikmati filmnya.

SHARE donk kakak...
tags: , ,