SAAT HARUS MEMBERI OBAT PADA SI KECIL

Bagi anda yang memiliki anak kecil, atau mengasuh anak kecil, saat memberi obat mungkin menjadi salah satu kegiatan yang sangat menjengkelkan. Banyak orangtua, atau (yang paling sering) mertua merasa kasihan bila melihat si anak menangis dan memberontak saat akan diberi obat, hal ini membuat orangtua anak menjadi “lemah” untuk memberi si anak obat, dan hanya berharap penyakit si anak sembuh dengan sendirinya. Namun tahukan anda, bahwa hal tersebut sangat sangat salah dan hanya akan menyiksa si anak dan menentramkan orangtua dari “protes” orang yang tidak tega melihat si anak menangis. Sebagai orangtua, kita harus tegas dan mengerti bahwa obat yang kita berikan adalah untuk mempercepat kesembuhan penyakit si anak dan mengurangi keluhan si anak sehingga ia merasa lebih nyaman. Perlu diingat, bahwa tidak benar meminumkan obat pada bayi dengan cara ibu si bayi yang meminum obat, karena obat yang sampai pada bayi (yang diyakini dapat keluar melalui ASI ibu) tidak tepat dosisnya. Jangan takut memberi obat pada bayi jika sudah diberi resep oleh dokter, karena pemberian secara langsung dengan dosis yang tepat sangat membantu mempercepat penyembuhan anak atau bayi.

tips memberikan anak obat

Pada anak bayi pemberian obat tidak sesulit pada balita. Karena saat memberikan obat pada bayi kita masih memiliki banyak “kekuatan” untuk mencegahnya bergerak terlalu banyak sehingga obat lebih mudah masuk ke mulut si bayi. Memberi obat pada anak balita lebih sulit, karena si anak sudah bisa memberontak, berlari, bahkan menutupi mulutnya bila ia akan diberi obat tersebut. Namun untuk balita kini sudah lebih banyak pilihan bentuk obat, misalnya tablet hisap, atau tablet kunyah yang kenyal, dengan banyak rasa yang dapat dipilih.

Yang sangat perlu diperhatikan adalah si anak (terutama balita) harus tahu bahwa ia harus minum obatnya, sehingga kita harus memberi tahu terlebih dahulu kenapa ia harus meminum obat yang diberikan. Saat yang paling efektif untuk memberitahukan hal ini pada si anak adalah saat si anak bermain, atau sedang melakukan sesuatu yang ia sukai. Memberitahukan pada saat akan minum obat hanya akan membuat si anak merasa lebih tertekan, terutama juga karenaorangtua akan memberitahukannya dalam keadaan marah atau bersuara keras karena panik atau terburu-buru. Beri tahukan pada si anak alasan kenapa ia harus minum obat, bahwa obat ini akanmembuatnya merasa jauh lebih baik, membuatnya bisa lebih cepat bermain keluar lagi, atau bersekolah lagi, atau melakukan hal-hal yang ia sukai kembali.

anak tidak mau minum obat

Bila anda memiliki anak yang masih bayi, pemberian obat lebih mudah diberikan, misalnya dengan sendok takar yang diberikan. Bila anda memiliki pipet tetes/drop, lebih mudah memberinya obat dengan menggunakan pipet tetes tersebut. Ambil obat sesuai takaran yang dibutuhkan, posisikan bayi dengan posisi kepala lebih tinggi (dapat sambil digendong) kemudian buka mulut bayi dengan cara memencet kedua pipi untuk membuka rahang bayi, letakkan pipet obat pada bagian pipi bayi dan pencet karet pipet tetes. Jangan meneteskannya langsung lurus ke arah tenggorokan karena dapat menyebabkan anak tersedak. Memang memencet pipi bayi menyebabkan bayi anda menangis, namun ini hanya sebentar dan dapat membuat obat masuk. Segera gendong bayi setelah meminumkan obat agar ia merasa nyaman kembali.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memberikan obat pada anak adalah

1.      Obat harus diberikan dengan dosis yang tepat.

Pemberian obat pada anak adalah berdasarkan berat badan anak, bukan usia. Sehingga berhati-hatilah saat memberikan obat pada anak anda. Karena dosis obat yang berlebihan pada anak dapat menyebabkan over dosis.efek obat anak

Lihatlah kembali, berapa banyak obat yang harus anda berikan pada anak, sebaiknya anda menggunakan sendok takar obat yang disediakan, karena akan menghasilkan volume obat yang tepat (satu sendok takar = 5mL). Juga harus diperhatikan, berapa kali obat harus diberikan, apakah 2x atau 3x sehari.Untuk obat dalam bentuk sirup, jangan lupa untuk selalu mengocok obat terlebih dahulu sebelum dituang ke sendok agar zat aktif di dalam sirup tercampur merata, sehingga dosis yang ada pada satu sendok takar yang anda gunakan sesuai dengan dosis yang diinstruksikan dokter. Bila anda tidak mengocoknya terlebih dahulu, ada kemungkinan dosis yang anda tuang di sendok tidak sesuai dengan dosis yang diharapkan karena zat aktif mengendap di bagian bawah botol. Untuk obat dalam bentuk drop (tetes), perhatikan dengan cermat berapa cc  cairan obat yang diperlukan, amati garis pada pipet tetes dengan cermat. Jangan lupa untuk selalu mencuci pipet tetes dengan air hangat bila terkena mukosa pipi.

2.      Gunakan alat yang tepat dalam memberikan obat.

 

Pastikan anda mendapat alat pemberi obat yang tepat, misalnya untuk obat sirup hendaklah menggunakan sendok takar yang diberikan, hindari menggunakan sendok teh atau sendok makan anda, karena kurang akurat. Bila anda diberi obat dalam bentuk drop (biasanya untuk bayi), pastikan anda mendapatkan pipet tetes yang diperlukan.

3.      Pahami aturan pemakaian obat

Anda harus memperhatikan aturan pakai obat, misalnya obat harus diminum sebelum makan,atau sesudah makan, atau pada pagi hari saja, atau pada malam hari saja. Ada beberapa obat yang cara meminumnya harus dilarutkan dalam air, dan harus diberikan sekian cc dalam waktu sekian jam. Tanyakan pada dokter atau apoteker anda apakah ada aturan pakai khusus untuk obat tersebut.

Ada obat tertentu yang harus dipakai dalam keadaan beku, sehingga anda harus menyimpannya di kulkas.

4.      Bujuklah anak untuk minum obat

Kebanyakan anak tidak menyukai rasa obat. Jangan doktrin anak bahwa rasa obat itu tidak enak (meskipun kenyataannya memanglah tidak enak), namun beritahukan ia bahwa memang rasa obat yang anda berikan “berbeda” dari rasa yang selama ini ia kenal. Dan anda harus selalu menyediakan minuman manis atau makanan manis setelah anak meminum obatnya. Yakinkan padanya bahwa rasa ”berbeda” obat akan segera hilang setelah ia minum air. Bila anda memiliki es batu, anda dapat memintanya untuk mengulum es tersebut sesaat sebelum anak diberi obat. Rasa dingin akan mengalihkan rasa obat yang pahit.

obat untuk anak

Beri pujian bila si anak dapat menelan obatnya tanpa tumpah. Dan semangati anak selalu untuk selalu mau minum obat agar ‘tertanam’ di benaknya bahwa obat yang diberikan harus diminum. Bila perlu berilah ia hadiah bila berhasil melakukannya. Biasanya anak kecil menyukai obat yang rasanya manis. Anda dapat meminta pada dokter anda untuk memberinya obat sirup yang manis sehingga lebih mudah membujuk anak anda untuk meminum obat tersebut. Namun bila anak anda terlanjur diberi obat puyer dan dia tidak mau meminumnya, anda dapat membelikannya sirup obat. Campurlah puyer tersebut dengan sirup obat agar rasapahit dapat tertutupi.

5.      Bertanyalah pada dokter anda.

Jangan malu atau takut untuk bertanya pada dokter anda mengenai obat yang diberikan. Misalnya, obat yang diberikan itu kegunaannya apa, apa saja efek samping obat yang dapat terjadi, bagaimana reaksi bila ada alergi obat, apa yang harus dilakukan bila anda lupa memberinya obat, sampai kapan obat harus diminum.

cara minum obat

Bersabarlah dalam memberi anak obat. Beri tahukan padanya tujuan minum obat yang diberikan, efek baik (manfaat/kegunaan) obat yang akan diberikan, cara minum obat agar ia dapat segera menghilangkan rasa “berbeda” obatnya. Bila anak menolak, jangan langsung dimarahi. Cobalah lagi memberinya obat setelah beberapa saat ia mulai bermain,saat ia sedang santai. Teruslah mencoba membujuknya agar ia mau minum obat. Ingatlah bahwa lebih baik ia menangis sebentar karena obat daripada ia harus menderita mengalami keluhan sakit yang ia rasakan. Selamat mencoba, semoga berhasil.

 *ditulis oleh dr Qiqi

Sumber referensi:

Add Comment